
MEDIABERITANASIONAL – Jawa Barat akan segera hilang dari peta Indonesia. Bukan secara fisik tapi akan berganti nama menjadi Provinsi Sunda.
Jawa Barat akan dihapus dari peta, kini tengah mencuat dan memicu perhatian publik. Perubahan nama secara administratif tengah diseriusi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.
Langkah besar ini diambil setelah DPRD Jabar menindaklanjuti hasil audiensi bersama Komunitas Pengkaji Pergantian Nama Provinsi Jawa Barat. Dalam rapat kerja yang berlangsung di ruang Badan Musyawarah DPRD Jabar, Kamis (2/7/2026), wacana untuk menghapus nama “Jawa Barat” dan menggantinya menjadi “Provinsi Sunda” resmi digulirkan ke tahapan yang lebih serius setelah sempat meredup pada tahun 2013, 2015, dan 2020.
Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono dan didampingi Ketua Komisi I Rahmat Hidayat Djati. Dihadiri oleh perwakilan delapan fraksi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, budayawan, dan sejarawan Sunda. Hasil rapat menunjukkan bahwa mayoritas fraksi dan peserta lainnya menyepakati usulan ini untuk diteruskan ke tahapan berikutnya.
Menurut Rahmad Hidayat, Ketua Komisi I DPRD Jawa Barat. Langkah strategis pasca-persetujuan ini akan bergantung pada penyempurnaan naskah akademik dan keputusan pimpinan dewan, apakah akan digodok melalui Panitia Khusus (Pansus) atau dikaji secara komisioner di internal Komisi I.
Rahmat juga mengingatkan bahwa regulasi penyesuaian nama ini nantinya wajib mengantongi persetujuan akhir dari pemerintah pusat.
Sedangkan Koordinator tim pengkaji yang juga Mantan Rektor Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia, menjelaskan bahwa nama “Jawa Barat” diusulkan untuk diganti agar nilai-nilai Kesundaan tidak hilang dari peta administrasi negara. Saat ini, istilah geografis Sunda dinilai makin terkikis dan tenggelam oleh pembagian administratif modern, padahal secara geologis dan historis nama tersebut mencakup wilayah yang sangat besar—mulai dari Banten, Jakarta, hingga Cipamali di Jawa Tengah.
“Harapannya, perubahan nama menjadi Sunda memunculkan etos, semangat, dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Penggantian nama provinsi ini setidaknya menjadi monumen karena istilah Sunda memiliki kekuatan sosiologis, kultural, dan psikologis yang berkaitan dengan jati diri,” ujar Ganjar seusai rapat.
(MBN/ASL)
Media Berita Nasional | Lugas, Cepat Dan Terpercaya Menyajikan Berita Terkini Secara Lugas, Cepat Dan Terpercaya