
MEDIABERITANASIONAL – UMKM Surabaya dialog dengan Anas Karno, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya. Dalam acara Ngopi Bareng Wakil Rakyat yang diselenggarakan pada Sabtu ( 04/02/2023 ) di Pendopo Kantor Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya.
Acara yang diselenggarakan oleh Aliansi Pelaku Usaha, UMKM dan E-Kraf Indonesia ( APUEKSI ) yang bekerjasama dengan Anas Karno ini dihadiri oleh para anggota dari beberapa komunitas seperti UMKM Bersahabat, OK OCE Distribution Centre, Paguyuban UMKM Nusantara, UKM FKPPI, Bestari, Ganesha dan UMKM Wonocolo. Tercatat sekitar 100 pelaku usaha, umkm dan ekraf se Surabaya yang hadir. Acara di buka oleh Vanda, Kasi Kesra dan Perekonimian Kecamatan Wonocolo. Dalam sambutannya, Vanda mengajak umkm untuk melengkapi perijinannya terutama untuk Nomor Induk Berusaha ( NIB ) dan kecamatan wonocolo bersedia untuk membantu pengurusan NIB bagi umkm.
Dalam acara tersebut, Anas Karno membeberkan program – program pemerintah Kota Surabaya untuk UMKM. ” 11,7 Trilyun APBD Surabaya, 30 % nya untuk sektor UMKM. Sangat besar untuk mendorong kemajuan UMKM, ” kata Anas.
“ Selain itu bisa melalui pelatihan baik cara promosi, packaging maupun inovasi dari produk serta yang tak kalah penting adalah manajemen, sehingga UMKM ini bisa terus survive dan bisa naik kelas, ” tambah Anas.

Acara tersebut juga dimanfaatkan oleh peserta untuk curhat sekaligus menyampaikan beberapa permasalahan terkait e-Peken, situs belanja online milik pemkot Surabaya. Seperti yang disampaikan oleh Puji, produsen tempe anggota UMKM Bersahabat yang mengadukan jika e-Peken tak bisa diakses selama beberapa hari. “Tiga hari error, jadi banyak temen-temen yang tidak bisa mendapatkan order. ” ungkap Puji.
Ada juga Tri, produsen snack dari OK OCE yang mengeluhkan bahwa sudah sejak tahun lalu telah melakukan pengurusan e-Peken tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. “ Ketika saya tanyakan kejelasannya, dibilang kalau berkas saya hilang, padahal semua persyaratan sudah saya lengkapi. Lalu langkah apa yang harus saya lakukan?. ” kata Tri kepada Anas Karno.
Sementara Sumi’in, produsen camilan dari Bestari mengadukan tentang sepinya orderan dari e-Peken. “ Saya sudah satu tahun terdaftar di e-Peken tapi belum sama sekali mendapatkan orderan baik dari ASN maupun masyarakat umum.” kata Sumi’in
“Permasalahan ini akan saya catat dan nanti saya yang akan jalan menyelesaikannya. Kalau ada permasalahan administrasi silakan dilist, sampaikan ke saya, nanti akan saya koordinasikan dengan dinas terkait,” jawab Anas Karno.
“Soal e-Peken yang erorr, saya akan kontak dinas agar segera diatasi supaya tidak menghambat transaksi UMKM yang ada di sana. Terima kasih atas masukkannya, karena kalau ini macet, maka perekonomian di Surabaya juga macet.” sambungnya.
Di pertengahan acara tampak hadir Muslich Hariadi, Camat Wonocolo yang mengenakan batik karya UMKM Benowo. Muslich memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta yang hadir.
Dalam sesi terakhir, Pandu dari BPR Surya Artha Utama ( BPR SAU ) mensosialisasikan salah satu program Walikota Surabaya dan memberikan solusi permodalan untuk pelaku usaha, umkm dan e-kraf. BPR SAU merupakan bank milik pemkot surabaya yang dihadirkan untuk membantu permodalan bagi warga Surabaya.
Sedangkan Koko Mahargyo koordinator APUEKSI, dalam kesempatan tersebut mengajak peserta untuk bisa saling berkolaborasi sinergi. ” acara ngopi bareng diadakan rutin oleh kawan – kawan komunitas, merupakan salah satu bentuk kolaborasi kita dengan berbagai pihak untuk saling bertandengan tangan menuju umkm naik kelas. semoga kedepan kawan – kawan bisa ikut serta lagi dan juga ikut program lainnya. ” kata Koko.
( MBN/VAS )

Media Berita Nasional | Lugas, Cepat Dan Terpercaya Menyajikan Berita Terkini Secara Lugas, Cepat Dan Terpercaya